$ eL a m A T D a t A n G di B l o G Andrey Christianto W.K

Jumat, 26 Desember 2008

Membuat AutoRun pada CD dan FlashDisk

Autorun untuk CD / DVD

1. Membuat File Autorun.inf

- buka notepad

- ketik:

[autorun]

open=namaFile.exeYangMauDiJalankanOtomatisPadaCDnya

icon=namaFileIkon.icoYangMauDijadikanIkonPadaCDTersebut

contoh:

[autorun]

open=mySalman.exe

icon=mySalman.exe

- klik save as

- pilih ‘save as type’-nya all files (jangan text!) kemudian beri nama autorun.inf (namanya harus autorun + ekstensinya harus inf)

- copy-kan file autorun.inf ke CD tersebut

perhatian:

- cara lain membuatnya adalah dengan kopipes+edit

- file autorun.inf harus berada di root utama CD tersebut, sedangkan file .exe yg diautorun boleh setara dengannya atau di folder bawahnya

- aturan penulisan di Windows tidak case sensitive

- file yang bisa berjalan otomatis pada autorun hanya file application (*.exe, *.bat, *.com, *.hta, dsb) sedangkan untuk file-file lain tidak, tetapi ada cara meng’akali’nya yaitu dengan membuat aplikasi yang membuka file lain secara otomatis berikut caranya:

2. Membuat Autorun File Selain Application

- buka notepad

- ketik:

start namaFileYgMauDibuka.xxx

contoh:

start sebuahFolderDalamCDKlik!Salman.pdf

- klik save as

- pilih ‘save as type’-nya all files (jangan text!) kemudian beri nama kemudian beri ekstensi .bat

- copy-kan file .bat ke CD tersebut

- jangan lupa pada autorun.inf yang di-open adalah file .bat tersebut

bat.jpg

3. Membuat Menu Autorun

Misalkan kita ingin memberikan pilihan kepada User yang memasukkan CD kita —apakah mau membaca readme, menjalankan aplikasi, atau browse isi CD— maka kita perlu membuat sebuah menu autorun yang berisi pilihan-pilihan tersebut. Kita dapat membuatnya dengan beberapa cara yaitu menggunakan software khusus pembuat autorun, misalnya autoplay menu builder, demoshield, dsb. ini adalah cara paling mudah. Atau bisa juga kita buat aplikasi sendiri dengan membuat program console maupun dengan tampilan visual.

Karena Saya terbiasa menggunakan Flash maka Saya lebih senang membuat aplikasi menu autorun dengan menggunakan Flash (selain juga karena mudah membuatnya dan mengkastemaiznya).

fles.jpg

ActionScript penting yang digunakan kali ini adalah fscommand (“exec”,”namafile.bat”) untuk menjalankan file .bat yang telah kita isikan script yg sebelumnya dan getURL(““) untuk meng-explore isi CD kita. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

fscommand(command:String, parameters:String) : Void

untuk menjalankan aplikasi kita bisa memakai command ‘exec’ yang mempunyai parameter berupa path dari aplikasi dan mempunyai kegunaan untuk mengeksekusi sebuah aplikasi. Perintah exec hanya akan bekerja dari file Flash projector (tidak bisa dari SWF). Perintah exec juga hanya akan mengeksekusi file yang berada di subdirektori yang bernama fscommand (ntah kenapa nama foldernya harus fscommand, tapi biarlah terserah developer yg buatnya…) jadi kesimpulannya, file-file .bat akan kita simpan di folder fscommand ini yang nantinya akan dipanggil oleh sang Flash projector. contoh: di sebuah tombol kita berikan script tombol.onRelease=function(){fscommand(”exec”,”buka.bat”)} maka dia akan mengeksekusi aplikasi buka.bat yang ada di folder fscommand yang setara dengan path dari file flash tersebut.


getURL(url:String, [window:String, [method:String]]) : Void

action getURL biasanya dipakai untuk me-load sebuah dokumen dari suatu URL spesifik ke sebuah window atau melewatkan variabel ke aplikasi lain ke URL lain. misalnya kita buat sebuah tombol dengan script tombol.onRelease=function(){getURL(”http://faisalman.wordpress.com”, “_blank”)} yang akan membuka browser dan menuju ke halaman yang dituju, atau getURL(”mailto:blablabla@balabala.com”)untuk mengirimkan ke email. Nah, untuk meng-explore path CD kita ternyata bisa dengan mengosongkan URL dalam action getURL(“”) maka dia akan meng-explore path Flash tersebut berada –yang ada di path utama CD kita.


Autorun untuk FlashDisk

Buatlah file dengan nama desktop.ini (perhatikan caranya sama seperti membuat autorun.inf, yaitu dengan menggunakan notepad). File ini berguna untuk mengubah background flashdisk, warna text, dan memberikan label infotip untuk flashdisk kita. Adapun isinya adalah sebagai berikut:

[.ShellClassInfo]

InfoTip= Faisalmandisk :: jika anda sedang meminjam, jagalah Flashdisk ini baik-baik

[ExtShellFolderViews]

[{BE098140-A513-11D0-A3A4-00C04FD706EC}]

IconArea_Image= gambarbackground.jpg

IconArea_Text= 0xcc00aa

Script ini saya lihat dari sebuah contoh file…

- Ganti kalimat infotip untuk mengganti label flashdisk.

- Ganti iconarea_image dengan gambar yang ingin dijadikan background, misal gambarnya bernama gambarsaya.jpg yang ada di dalam folder bernama foldergambar maka IconArea_Image=foldergambargambarsaya.jpg

- Ganti nilai iconarea_text dengan warna pilihan (pada contoh disini 0xc00aa merupakan nilai hexa dari warna ungu, coba ubah nilai hexa-nya jadi 0xffffff atau 0×000000, warna apa yang terjadi?)

Kemudian, buat juga file autorun.inf jika kita ingin mengubah icon flashdisk kita dan menjalankan program autoplay yang telah kita buat sendiri. Isi autorun.inf adalah sebagai berikut (dengan asumsi di flashdisk kita sudah tersedia file yg namanya ReadMe.exe dan ikonFaisalman.ico):


[Autorun]

Open = ReadMe.exe

Icon = ikonFaisalman.ico

Action=Faisalmandisk - Baca dulu peringatan ini!!!

shellexecute = ReadMe.exe

shellopencommand = ReadMe.exe

shellautocommand = ReadMe.exe

Teknik autorun ini banyak dipakai oleh virus-virus yang menyebar lewat flashdisk. Lihat gambar di bawah ini, background flashdisk kita sudah berubah menjadi gambar (warnanya saya biarkan default). dan yang menarik, tulisan Action pada autorun.inf akan ditampilkan pada saat autoplay…

Rabu, 24 Desember 2008

Cara Membuat Antivirus di FlashDisk

Teknik yang bisa Anda lakukan adalah pertama-tama dengan sedikit mengubah struktur HEX pada Windows Registry.
Bila sebelumnya atau secara default Windows tidak mengijinkan proses “AutoRun” dari USB Flash Disk, maka Registry-nya seperti ini:
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Policies\Explorer]
“NoDriveTypeAutoRun”=dword:00000095
Agar Windows bisa mengijinkan proses “AutoRun” dari USB Flash Disk, maka ubah Registrynya menjadi:
Windows Registry Editor Version 5.00
[HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Policies\Explorer]
“NoDriveTypeAutoRun”=dword:00000091
Anda bisa mengCopy Registry Lines tersebut, lalu Anda simpan sebagai (misal): “AutoRun_Removable_Media_Enable.reg” untuk Anda Klik kanan dan Merge (gabungkan) dengan Windows Registry Database.
Setelah Anda berhasil memasukkan Registry Entry Files ke dalam Windows Registry Database, maka pekerjaan Anda yang terakhir adalah membuat file “autorun.inf” yang berfungsi sebagai Command dengan rujukan ke File Anti Virus yang telah Anda download dan masukkan ke dalam Flash Disk Anda (pada Langkah I)
Dalam contoh ini, Penulis menggunakan PC Media Anti Virus PCMAV-CLN.EXE yang filenamenya telah Penulis ubah menjadi PCM4V-CL34N32.EXE guna menghindari pendeteksian Virus yang dimungkinkan akan memblokir PCMAV-CLN.EXE.
Maka file “autorun.inf” PCMAV menjadi seperti ini:

PC Media Anti Virus
[AutoRun]
open=PCM4V-CL34N32.EXE
icon=PCMAV.ICO
shellexecute=PCM4V-CL34N32.EXE
shell\Scan Virus\command=PCM4V-CL34N32.EXE
shell=Scan Virus
Salin baris-baris INF tersebut, dan simpan sebagai .INF file dengan nama “autorun.inf” (tanpa tanda kutip), kemudian letakkan file “autorun.inf” tersebut pada Root Flash Disk Anda.
KETERANGAN

* Untuk file ICON dari PCMAV, Penulis extract dari file PCMAV-CLN.EXE, yang mana ICON file tersebut juga ditempatkan pada Root Flash Disk. Anda bisa menghilangkan/menghapus baris “icon=PCMAV.ICO” yang digunakan untuk memunculkan ICON File PCMAV sebagai Icon penanda Flash Disk seperti pada screenshot di atas. Baris rujukan ICON ini tidak mempengaruhi proses AutoRun. Namun bila Anda menginginkan PCMAV ICON tersebut, Anda bisa mendownloadnya dengan klik link ini.
* Baris-baris INF tersebut bisa Anda modifikasi sesuai selera tulisan Anda, yang penting path file Anda tidak salah; file tujuan Anda rujuk secara relatif.
* Jangan Lupa, untuk menghindari terhapusnya file dengan begitu mudahnya, sebaiknya sembunyikan saja File Anti Virus berserta library file pendukungnya (bila ada) maupun file “autorun.inf”nya dengan mengeset File Attributnya dengan “hidden” dan bila perlu “system”. Satu rekomendasikan lagi, alangkah baiknya, semua File tersebut Set File Attributenya menjadi “Read Only” agar, secara sederhana, tidak bisa termodifikasi.

Untuk keperluan setting modifikasi File Attribute terbut Anda bisa melakukannya dengan Select All files yang akan disembunyikan, lalu klik kanan file-file tersebut, pilik dan klik “properties”, dan beri tanda centang pada check box “hidden. Sedang untuk set menjadi “system”, Anda bisa menggunakan Windows ATTRIB.EXE di lingkungan kerja DOS atau Anda bisa juga menggunakan Attribute Changer yang berlingkungan kerja GUI. Q = Lho, katanya ga pake tool ya? A = untuk mudahnya, gunakan Attribute Changer bila ATTRIB.EXE dirusak/dihapus Virus/Admin dan Anda malas untuk extract dari Windows CAB.

Minggu, 14 Desember 2008

Cara Membuat Website Dengan Word

Membuat website dg menggunakan word adalah yg paling gampang karena jaman sekarang siapa sih yang gak bisa menggunakan word.

  • Caranya sama saja seperti jika anda membuat ketikan surat, cerpen atau apapun. Atau jika anda males ngetik anda bisa aja meng copy isi website ini dengan memencet ctrl+ a lalu ctrl+c, setelah itu buka word dan pencet ctrl+v untuk memindah semua isi website ini. (bentuk dari hasil copy mungkin akan berubah layout-nya / menjadi satu kolom).
  • Anda bisa memasukkan gambar dng menklik insert-picture-from file untuk memperindah tampilan website anda.
  • Adapun hal tambahan yg perlu anda ketahui adalah bahwa anda sebaiknya (tapi tdk harus) membuat file lebih dari satu dan me-link-nya satu sama lain.
  • Simpanlah file anda dan beri nama index.htm ( index.htm akan menjadi halaman utama dari website anda / home page ). Untuk file yg lainnya anda dpt menyimpannya dng nama yg lain ( hrs selain index.htm). Usahakan menyimpan semua file anda dlm satu folder yg sama (baik itu ketikan html, gambar ataupun MP3 yg anda masukan).

  • Cara untuk me link antar halaman yaitu dengan memblok suatu kata lalu klik insert-hyperlink (anda juga bisa melakukannya dengan memencet kontrol K / pencet Ctrl+K secara bersamaan ).
  • Setelah mencet Ctrl+K maka kotak spt diatas akan muncul. Anda tinggal mem browse file yg anda inginkan untuk di link.
  • Langkah selajutnya anda tinggal meng upload semua file anda ke web host

Setup BIOS

Nyalakan PC dan dengan beberapa langkah lagi PC pun siap Anda nikmati.
Sabar. PC memang telah selesai Anda rakit, tapi perlu beberapa pengesetan lagi sebelum bisa Anda
pakai. Dan kali ini singkirkan deh obeng dan peralatan lainnya.
Yang Anda perlukan cuma tak-tik pada kibor atau klak-klik dengan mouse saja, karena Anda tinggal
mengeset BIOS dan menginstal sistem operasi saja. Pada praktik ini kami menggunakan sistem
operasi Windows XP Profesional (Original).
O ya, jika Anda menemukan masalah, jangan buru-buru panik. Anda bisa melihat berbagai
kemungkinan penyebab dan solusinya pada bagian troubleshooting di akhir laporan ini.

MENGATUR BIOS
LANGKAH 1
Hubungkan monitor, kibor, mouse dan
peranti lainnya pada PC. Jangan lupa
tancapkan kabel power ke port power di
belakang PC. Sesudah itu, tekan tombol
power pada PC dan monitor untuk
menghidupkan komputer rakitan Anda. PC
segera melakukan proses booting.

LANGKAH 2
Segeralah menekan tombol [Delete] pada
kibor untuk masuk ke menu BIOS/CMOS
Setup.

LANGKAH 3
Anda akan masuk BIOS. Pada workshop ini, motherboard yang kami gunakan menggunakan
AwardBIOS. Jadi langkah-langkah berikut ini disusun berdasarkan AwardBIOS. Pengaturan
untuk jenis BIOS lainnya kurang lebih sama saja kok. Nah, hal pertama yang harus Anda lakukan
adalah mengeset waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah melalui menu [Main]
[System Time]. Untuk mengubahnya, gunakan tombol [+], [-] dan tombol [Tab] pada kibor Anda

LANGKAH 4
Selanjutnya, dengan cara yang sama, ubahlah tanggal pada sistem komputer Anda melalui menu
[System Date].

LANGKAH 5
Setelah mengeset waktu dan tanggal dari sistem, jika mau, Anda juga dapat memasang
password BIOS agar orang lain tidak dapat mengubah setelan BIOS yang Anda buat. Caranya,
pilih menu [Supervisor Password], lalu tekan tombol [+] pada kibor. Selanjutnya, masukkan
password Anda pada boks Enter Password, lalu klik [Enter]. Masukkan kembali password Anda
pada boks Confirm Password, kemudian kembali klik [Enter]. Nah, sekarang status opsi
Supervisor Password pasti menjadi Enabled.

LANGKAH 6
Bila PC Anda akan dipakai beramai-ramai, Anda juga bisa mengeset user password untuk
masing-masing pengguna. Manfaatkan saja menu [User Password]. Cara mengesetnya sama
saja kok dengan pengaturan pada supervisor password.

LANGKAH 7
Sekarang bukalah menu [Advanced] dengan menekan tombol [‡] (arah panah ke kanan) pada
kibor Anda, lalu pilih [I/O Device Configuration] kemudian [Enter].

LANGKAH 8
Di sini Anda dapat mengatur penggunaan fitur onboard pada motherboard Anda. Misalnya, bila
Anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan on-board, ubahlah opsi [Onboard AC97
Audio Controller] dan [Onboard AC97 Modem Controller] menjadi [Disabled] dengan menekan
tombol [+] pada kibor Anda. Selanjutnya klik [Esc] untuk kembali ke menu [Advanced].

LANGKAH 9
Sekarang pilih opsi [PCI Configuration] lalu tekan [Enter]. Kemudian agar slot USB Anda
berfungsi set opsi [USB Function] menjadi [Enabled]. Jika belum, Anda bisa mengubahnya
dengan menekan tombol [+]. Jika sudah, kembali ke menu [Advanced] dengan menekan tombol
[Esc].

LANGKAH 10
Selanjutnya Anda dapat mengubah manajemen penggunaan listrik dari komputer melalui menu
[Power] dengan menekan tombol [‡]. Namun untuk mudahnya, tak usah mengubah hal apa pun
dalam pengaturan ini.

LANGKAH 11
Selanjutnya buka menu [Boot]. Nah, untuk memudahkan penginstalan sistem operasi yang akan
dilakukan setelah ini, ubahlah pola boot dari PC. Set CD ROM sebagai boot device pertama,
kemudian hard disk sebagai boot device ke dua dan floopy boot device ke tiga, dengan
menggunakan tombol [+] atau [-]. Gunanya, agar tiap kali booting, komputer mencari adanya
sistem operasi di CD-ROM dulu, baru kemudian hard disk, dan floopy.
Masukkan CD instalasi Windows XP ke CD-ROM drive. Setelah itu, pilih menu [Exit] [Exit Saving
Changes] untuk keluar dari BIOS dan menyimpan pengaturan yang Anda buat barusan.
Selanjutnya komputer akan restart. Dan jika Anda tadi mengaktifkan user password, maka akan
muncul bok password. Isi password tersebut agar komputer dapat melanjutkan proses booting.

Backup, Restore, dan Clonning dengan Norton Ghost 2003

Kapan kita menggunakan Norton Ghost di Windows
Gunakan Norton Ghost di Windows untuk melakukan hal-hal berikut :
• Backup Computer, baik dilakuan saat setelah installasi windows dan program-
program yang kita butuhkan (masih fresh).
• Restore file image, saat windows error atau terkena virus. Sehingga kita tidak perlu
melakukan installasi ulang windows yang lama dan membosankan.
• Clonning harddisk atau partisi ke harddisk lain atau partisi lain
Ini tidak dapat digunakan jika Windows tidak bisa booting, gunakan Ghost.exe lewat DOS
untuk hal-hal berikut :
• jika tidak dapat booting windows
• clonning harddisk yang belum terinstall windows
Backup harddisk atau partition
Hasil dari backup harddisk atau partisi dapat langsung di burning ke CD/DVD atau
disimpan sebagai file image (*.gho).
1. Jalankan Norton Ghost dari start menu atau system tray
2. Pada Ghost Basic Windows, click Backup, kemudian Next.
3. Kemudian pilih disk atau partisi yang akan di backup. Disebelah kanan pilih
Destination, File atau Recordable CD or DVD. Source pilih Disk1 > [C:] untuk
detination Pilih File lalu click Next>.
4. Klik Browse untuk mentukan letak dimana file image disimpan dan beri nama.
Kemudian Klick Next>.
5. Lewati Advanced Setting Klik Next>.
6. Klik Run Now. Windows akan restart dan mejalankan proses backup
Restore Computer dari file image
Rertore menggunakan wizard di dalam Windows.Jika windows tidak dapat booting, harus
memakai Ghost.exe lewat DOS untuk merestore harddisk atau partisi.
1. Pada Ghost Basic Windows, Klick Restore, kemudian Next
2. Di Restore Wizard windows, Klick Browse, buka file image yang akan direstore.
Kemudian Klick Next> .
3. Pada panel Source Image pilih partisi yang akan direstore. Di panel Destination
pilih partisi tujuan. Kemudian klik Next>.
4. Pada dialog box Overwrite partition warning. Beritanda pada Overwrite Windows
kemudian Klik Next> .
5. lewati Advanced Setting Klik Next>.
6. Klik Run Now. Windows akan restart dan mejalankan proses restore
Clonning Harddisk atau partition
Clonning harddisk berguna untuk menginstall harddisk yang belum terinstall windows
sehingga menghemat waktu. Terlebih dahulu pasang harddisk kedua sebagai slave atau
pada secondary IDE. Kemudian nyalakan Computer dan masuk ke Windows.
1. Pada Ghost Advanced windows, Klick Clone, kemudian Next>.
2. Harddisk akan terdeteksi, kemudian tentukan source dan detination disk. Klik
Next>.
3. Lewati Advanced Setting Klik Next>.
4. Klik Run Now. Windows akan restart dan mejalankan proses clonning.
Membuat Norton Ghost Boot Disk
Boot disk digunakan saat windows tidak bisa booting atau kita ingin merestore Image yang
ada pada CD/DVD. untuk booting bisa digunakan CD ghost atau melalui disket.
Lankah-langkah membuat Norton Ghost Boot.
Cara1 :
1. Pada Ghost Utilities windows, klick Norton Ghost Boot Wizard, kemudian
Next>.
2. Pilih CD/DVD Startup Disk with Ghost. Kemudian klik Next>.
3. Klick Next >.
4. Tinggal Next dan Next, kemudian akan meminta 2 buah disket ikuti perintahnya
sampai selesai.

Cara2 :
1. Buat startup disk lewat explorer. Buka explorer.
2. klik kanan drive A: kemudian klik format.
3. pilih create startup disk. Kemudian strat.
4. setelah startup disk jadi, delete semua file yang ada di drive A:
5. terakhir copy kan file Ghost.exe ke dalam drive A:

Menggunakan Norton Ghost lewat boot Disk
Langkah-langkah menggunakan Norton Boot Disk
1. Booting Computer lewat CDROM atau disket
2. Tampil Norton Ghost seperti dibawah
3. Pilih Local > Disk >
o To Disk : untuk clonning harddisk
o To Image : untuk membackup harddisk menjadi file Image atau di burning
ke CD/DVD
o From Image : untuk merestore harddisk dari file image
Pilih Local > Partition >
o To Partition : untuk clonning partition
o To Image : untuk membackup partition menjadi file image atau di burning
ke CD/DVD
o From Image : untuk merestore partition
4. Misal merestore file image, pilih Local > Partition > From Image. Pilih file image
gunakan TAB, kemudian clik open
5. Tentukan source kemudian klik OK
6. Tentukan Destination drive kemudian Klik OK
7. Pilih destination partition kemudian klik OK
8. Klik Yes untuk mengoveride windows
9. tunggu sampai proses selesai kemudian restart komputer.
Tips dan Trik
Agar windows hasil clonning atau restore file image dapat berjalan dikomputer lain
sebelum dibackup atau diclonning driver Bus Master IDE Controler di di windows harus
diganti dengan yang Standart :
• buka device manager. Klik kanan My Computer > properties > klik tab Hardware >
klik Device Manager.
• Double klik Bus Master IDE Controler.
• Klik TAB Driver > Upadate Driver
• Pilih install from a list . . . , klik Next
• Pilih Don’t search I will . . . , klik Next
• Ganti driver dengan Standard Dual Channel PCI IDE Controler, klik Next
Setelah driver IDE diganti baru diclonning atau dibackup, sehingga hasil clonning atau
backup dapat digunakan dicomputer lain yang beda motherboard

Minggu, 07 Desember 2008

Kiat Memilih "LAPTOP" Yang Baik

Laptop atau komputer jinjing sudah jadi kebutuhan sehari-hari para profesional bahkan juga mahasiswa. Dalam pembelian laptop, kita sering sekali terpukau dengan harga yang diberikan yang semakin murah.

Ada beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan sebelum membeli sebuah notebook, yakni kecepatan prosesor, ukuran laptop, VGA Card, kelengkapan multimedia, kelengkapan fitur jaringan, cangkang atau cassing, harddisk, memory, dan perangkat lunaknya. Dan tidak berarti murah itu mutunya baik.
Contohnya banyak sekali toko, vendor yang menawarkan laptop dengan harga murah, dengan prosesor celeron, centrino 740,730, dan centrino duo. Berdasarkan spesifikasi urutan kecepatan, dapat diurutkan celeron yang mempunyai kecepatan dan kinerja yang terendah dibandingkan dengan prosesor pentium 4 yang lain.
Biarpun kecepatan yang ditawarkan tinggi, misalnya celeron 2 gigahertz, tetap jauh bedanya dengan pentium 4 2 gigahertz, karena cache memory yang terdapat di dalam celeron kecil berkisar 128 sampai 512 kb, mungkin prosesor pentium 3 dengan kecepatan 1,2 gigahertz atau sering juga di sebut dengan Tualatin dapat menyamai atau menandingi celeron ini. Karena ini celeron ditawarkan dengan harga sangat murah.
Ada banyak pendapat yang mengatakan bahwa Celeron tidak kalah dibandingkan dengan Pentium 4 jika di-overclock, tetapi perlu diingat, bahwa overclock meningkatkan panas prosesor, yang mengakibatkan umur prosesor lebih pendek, dan kerusakan yang terjadi dalam laptop lebih susah ditangani dari PC biasa.
Kode chip untuk prosessor ini adalah 450, 440, 430, 423, 420, 410, 390, 383, 380, 373, 370, 360J, 360, 353, 350J, 350, 340, 333, 330, 320, 310
Pentium 4 mempunyai kecepatan yang lebih tinggi hingga mencapai 1 mega sehingga dapat digunakan untuk multithreading (mengakses lebih dari satu operasi) Kelemahan prosesor ini hanya tidak menyokong wireless connection. Masalah ini bisa diatasi dengan melengkapi wireless connection card yang harganya relatif murah. Kode Prosessor 552, 548, 538, 532, 518.
Centrino Duo adalah yang tercepat di pasaran saat ini. Dari nama dapat disimpulkan bahwa dalam prosesor ini terdapat 2 prosesor centrino solo. Ini artinya kecepatan yang ditawarkan pun dua kali kecepatan centrino. Harganya pun mulai murah karena biaya pembuatan lebih murah dibandingkan membuat dua prosesor.
Cache memory-nya pun sangat besar, yaitu 4 mega. Kelebihan lain adalah mendukung operasi 64 bit di mana sangat cocok untuk menjalankan Windows Vista yang merupakan versi terbaru dari Windows.Versi Windows Vista beta telah diluncurkan oleh Microsoft dan masih gratis. Prosesor yang setaraf Centrino Duo adalah AMD Turion 64 x 2. Kode Prosessor : E6700,E6600, E6400,E6300.
Besar laptop untuk penggunaan pribadi dimana seseorang lebih banyak menghabiskan waktu di lapangan ukuran 10,11,12,14 lebih cocok. Ukuran kecil yang praktis dan mudah dibawa, tetapi harga yang ditawarkan lebih mahal. Untuk penggunaan sebagai pengganti PC/ Desktop sebaiknya menggunakan notebook 15 inch. dan harga yang ditawarkan relatif terjangkau.
Karena laptop merupakan perangkat kerja lapangan, cangkang merupakan hal yang utama.. Laptop murah sering ditawarkan dengan cangkang yang buruk, sehingga setelah beberapa kali pemakaian akan retak dan rusak. Pilihkan cangkang yang mempunyai campuran alloy/ logam, titanium, atau yang berbahan ebonit bercampur serat logam, sehingga dapat tahan benturan. Notebook adalah investasi jangka panjang, jika dalam pemakaian 2-3 bulan sudah bermasalah, cangkang pecah, tentu akan sangat merugikan Anda.
Kelengkapan fitur jaringan laptop yang baik minimal mempunyai lebih dari satu USB dan support dengan USB 2.0, bluetooth, infrared, RJ-45, modem, LCD display out, TV Out.
Banyak sekali laptop yang ditawarkan, tetapi fitur modem yang tersedia port saja, dalam arti anda harus membeli modem, perangkat modem tambahan agar dapat terkoneksi internet. Ada beberapa vendor yang tidak menyediakan driver modem-nya, sehingga membutuhkan inovasi atau kesabaran mencari driver pengganti di internet.
Bagian penting terakhir adalah perangkat lunak sistem operasi . Gunakan software yang terpercaya, seperti antivirus, sistem operasi. Mayoritas pemakai menggunakan Microsoft Windows XP, tidak ada salahnya menggunakan Windows XP original, karena harga yang ditawarkan untuk XP ini relatif murah, sekitar Rp 385.000.

Cara Membersihkan CD

Bagaimana membersihkan CD-ROM ? Pastikan disk dalam keadaan bersih dan tanpa goresan. Selalu gunakan pembersih lensa laser untuk membersihkan drive. Masukkan pembersih lensa laser dan jalankan selama 2 sampai 3 menit. Gunakan pembersih CD drive yang baik untuk membersihkan lensa laser CD-ROM dari debu. Jika drive masih bermasalah, bukalah dan bersihkan lensa dengan cotton swab. Bagaimana dengan CD/DVD ? Jangan menyentuh sisi data atau writeable dari CD/DVD. Untuk memindahkannya, pegang pada lubang di bagian tengah atau sisi luar CD/DVD.

Hindarkan disk kamu dari sinar matahari, panas, atau apa pun yang membuat goresan. Selalu bersihkan debu dengan lap yang lembut atau pembersih CD/DVD. Caranya, mulailah dari bagian dalam kemudian ke luar. Simpan semua disk kamu dalam posisi vertikal dalam kotak untuk menghindari debu. Untuk membersihkan floppy drive, pastikan perangkat itu dalam keadaan bersih dan tanpa goresan. Selalu gunakan kit pembersih yang dirancang khusus untuk membersihkan perangkat reading atau writing. Kit pembersih itu berisi kain dan cairan. Gunakan kit yang baik untuk membersihkan disk dari debu. Jika drive kamu masih ngadat, bukalah dan bersihkan head-nya dengan kapas.